Selasa, 18 Agustus 2015

Niigata, Kokura, Kyoto, Kisah Tiga Kota yang Selamat dari Bom Sekutu

Nah.. pernah gak kepikiran, kenapa tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 pasukan sekutu mengebom kota Hiroshima dan Nagasaki? Apa gaada kota lain yang strategis selain kedua kota itu buat diincar? Atau memang dari awal dua kota itu jadi target serangan utama?

Ternyata, ada tiga kota lain yang sebenarnya ditarget sama sekutu buat dibom.. Niigata, Kokura, dan Kyoto.

Di Niigata, waktu rumor kalo kota ini bakal di bom mulai menyebar, Gubernur Prefektur Niigata langsung memerintahkan warganya untuk evakuasi. Kota Niigata lalu kosong total selama berhari-hari. Tapi, karena cuaca buruk, akhirnya target pengeboman pindah ke kota Nagasaki. Niigata jadi target bom karena posisinya strategis diantara Tokyo dan Laut Jepang, jadinya gampang buat transfer pasukan ke daratan Asia.

Kalo Kokura lain lagi ceritanya.. Awalnya, kalo Hiroshima cuacanya buruk, Kota Kokura bakal dibom sekutu karena Kokura itu target cadangannya bom "Little Boy". Tapi ternyata Hiroshima tetep dibom. Terus Kokura jadi target utama bom kedua, "Fat Man". Ternyata, justru pas hari-H pengeboman Kota Kokura berawan, jadinya pengeboman pindah target ke kota Nagasaki.

Terus kalo Kyoto? Kota Kyoto dipertimbangkan sama Amerika Serikat untuk dibom karena Kyoto itu pusat intelektual Jepang. Tetapi karena desakan dari Henry L. Stimson -Secretary of War nya Amerika waktu itu- Kyoto dihapus dari daftar target bom sekutu, ditukar sama Nagasaki.

Sang Saka Merah Putih

Eh, pernah gak sih kepikiran, kenapa sih bendera merah putih udah dipakai sama tokoh pergerakan nasional jauh sebelum Indonesia merdeka? Keren kan, belum merdeka kita udah punya bendera hehe..

Kenapa bisa begitu??

Ternyata, bendera merah putih yang kita kenal sekarang itu sejarahnya puaaannjang.. Menurut catatan sejarah, penggunaan bendera merah putih di Nusantara pertama terjdi pas perang Pararaton, waktu itu bendera merah putih dipakai sama pasukannya Jayakatwang yang lagi perang lawan Kerajaan Singasari.

Jauh di Bone sana, sebelum masa Arung Palakka, bendera merah putih adalah lambang kebesaran kerajaan Bone. Terus, pasukan Sisingamangaraja IX dari Batak juga pernah memakai bendera merah putih ini.. Panji-panji merah putih juga dipakai Pangeran Diponegoro dalam perlawanannya. Bendera merah putih juga berkibar saat Kongres Pemuda 1928. Baru tanggal 17 Agustus 1945, bendera merah putih resmi jadi bendera Negara kita..

Ini Tugas Sejarah

PROKLAMASI

Dengan dibatjakannya pernjataan ini, kami seloeroeh bangsa Indonesia menjatakan kemerdekaannja.

Mengenai seluruh pengalihan kekoeasaan serta pembentoekan pemerintahan dengan perangkat-perangkat yang bersangkoetan akan dilaksanakan dengan cermat dalam waktoe yang sangat singkat.

Indonesia Merdeka

                                                                                         Jakarta, Hari 17 Boelan 8 Tahoen '05
      Atas nama Bangsa Indonesia                   

                                                                                                  Tamam, Djihad, Aoefi, Abi
 
 
Hehe.. Ejaanya sih emang ejaan lama.. Tapi itu "Proklamasi" bikinnya baru seminggu yang lalu. Katanya pak guru sejarah sih, biar anak-anak pada ga ngantuk..
 
Gak kebayang gimana rasanya jadi bapak negara kita 70 tahun yang lalu ngerumusin teks proklamasi dari malem sampe pagi.. Padahal cuman dua paragraf.. Emang keren bapak bangsa kita..

Kamis, 14 Mei 2015

Kerajaan Islam di Indonesia

Kerajaan Samudra Pasai

  Sebagai kerajaan Islam tertua di Nusantara, kerajaan ini punya banyak peninggalan.. diantaranya Lonceng Cakra Donya, Hikayat Raja-Raja Pasai, dan Makam Sultan Malik as-Saleh.

Kerajaan Aceh Darussalam

Mungkin kalian sudah tahu tentang seorang penulis kitab terkenal bernama Nuruddin ar-Raniri.. Nah, Nuruddin ar-Raniri itu adalah penulis salah satu kitab yang menjadi peninggalan terkenal Kerajaan Aceh, yaitu Bustanussalatin.

Kerajaan Demak
 
Kerajaan Demak adalah kerajaan Islam pertama di Jawa. Sampai sekarang masih ada peninggalan kerajaan ini yang berdiri dengan kokoh, yaitu Masjid Agung Demak dengan Saka Tatal (empat tiang penyangga) nya.

Kerajaan Banten

Kerajaan ini sebenarnya adalah bagian kerajaan Demak. Kerajaan ini mulai menjadi mandiri setelah wafatnya Sultan Trenggono. Peninggalan kerajaan ini adalah sepasang meriam Ki Amuk dan Si Jagur.

Kerajaan Cirebon

Kerajaan ini juga merupakan bagian dari Kerajaan Demak yang akhirnya menjadi sebuah kerajaan sendiri. Peninggalannya antara lain Keraton Kacirebonan dan Masjid Sang Cipta Rasa.

Kerajaan Mataram Islam

Kerajaan adalah pendahulu dari Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta. Peninggalan yang terkenal dari kerajaan ini salah satunya adalah Keraton Kesultanan Yogyakarta.

Kerajaan Ternate

Kerajaan ini menjadi pusat islam di Maluku sejak masa Sultan Marhum. Peninggalan yang terkenal salah satunya yaitu Al-quran dari kulit kayu.

Kerajaan Tidore

Kerajaan ini pada mulanya adalah salah satu kerajaan di Maluku yang sering berselisih dengan Kerajaan Ternate, Jailolo, dan Bacan. Peninggalannya yang terkenal yaitu Keraton Tidore.

Kerajaan Gowa-Tallo

Kerajaan ini memiliki seorang raja yang terkenal atas perlawanannya yang gigih terhadap Belanda yaitu Sultan Hasanuddin, yang lebih dikenal sebagai "sang ayam jantan dari timur". Peninggalan kerajaan ini yang terkenal ialah Benteng Somba Opu dan Fort Rotterdam

Kerajaan Bone

Kerajaan ini resmi menjadi kerajaan Islam pada masa pemerintahan La Maderemueng. Peninggalannya adalah pusaka kerajaan, diantaranya Sembangengpulaweng (selendang emas)


Tugas Sejarah Indonesia #4: Perbedaan candi Hindu Budha

Yeah.. setelah ngaret nyaris satu bulan, akhirnya bisa gua upload juga nih tugas..

Oke, ini dia perbedaan candi Hindu dan candi Budha

1. Bentuknya
Candi Hindu biasanya berbentuk ramping dengan atap berbentuk persegi yang puncaknya mengerucut, sedangkan candi Budha bentuknya seperti lonceng terbalik..

2. Fungsinya
Candi Hindu ada yang digunakan sebagai tempat menyimpan (mendharmakan) abu jenazah, sedangkan candi Budha tidak ada yang digunakan sebagai tempat menyimpan abu jenazah.

3. Pembagian Strukturnya
Candi Hindu terbagi menjadi bhurloka (bagian bawah, melambangkan dunia fana), bhurvaloka (bagian tengah, melambangkan dunia pemurnian), dan svarloka (bagian puncak, melambangkan dunia para dewa). Sedangkan candi Budha terbagi menjadi kamadhatu, rupadhatu, dan arupadhatu

4. Reliefnya
Relief candi Hindu biasanya menceritkan kisah Ramayana dan Krisnayana, sedangkan relief candi Budha menceritakan tentang Lelitavistara dan Avadana atau Jataka.

Minggu, 22 Februari 2015

Sriwijaya


Salah satu kerajaan di Indonesia yang hebat menurut gua adalah Kerajaan Sriwijaya..

Kenapa? Soalnya kerajaan ini merupakan kerajaan maritim,yang berarti wilayah lautnya luas. Berarti buat ngelindungin wilayah laut seluas itu pasti dibutuhin armada laut yang kuat kan? Nah, disitu kerennya.. Selain itu, kerajaan ini juga punya Mahaguru agama Budha, namanya Sakyakirti.. Orang yang mau belajar kitab ke India harus ke Sriwijaya dulu selama 2 tahun buat berguru disana. Jadi di Sriwijaya juga ada semacam asrama buat orang yang mau belajar agama. Selain itu, kerajaan ini toleransinya patut dicontoh, karena sekalipun agama kerajaannya agama Budha, tapi agama lain juga bisa hidup damai disitu. Dari segi ekonomi, Sriwijaya punya banyak barang ekspor, misalnya emas, perak, gading, pinang, lada, damar, kapur barus, kayu gaharu, kayu cendana, dan kayu hitam. Banyak gak tuh?

Nah, dari cerita tentang Kerajaan Sriwijaya ini bisa kita ambil hikmahnya.. Pendidikan itu penting, gak cuman buat seseorang aja, bahkan buat sebuah kerajaan. Kayak Sriwijaya tuh, disegani sebagai kerajaan yang jadi pusat pendidikan dan pengembangan agama Budha. Selain itu, untuk mencapai sesuatu yang kita inginkan, kita harus banyak berkorban. Demi menjaga kelangsungan perdagangannya, Kerajaan Sriwijaya gak ragu buat bayar upeti kepada Cina, jadi Cina gak buka perdagangan langsung sama kerajaan lain di Asia Tenggara. Terus, Kerajaan Sriwijaya juga memperkuat armadanya buat menguasai daerah potensial, supaya Sriwijaya bisa menyalurkan barang dagangannya ke pelabuhan di daerah potensial itu, misalnya Bandar Melayu (Jambi), Kota Kapur (Bangka), Bandar Kedah (Semenanjung Malaya), Tarumanegara dan Kalingga.

Hehe.. keren kan?

Rabu, 04 Februari 2015

Teori Masuknya Ajaran Hindu Budha di Indonesia

Langsung aja deeh.. ini nih teori-teorinya:

Teori Waisya

Pendapat ini dikemukakan oleh N.J Krom. Dia mengatakan bahwa para pedagang (waisya)  memiliki peran terbesar menyebarkan Hindu Budha di Indonesia. Mereka menyebarkan ajaran Hindu Budha sambil berdagang. Kadang, karena mereka berlayar dan berdagang tergantung musim dan angina, ada kalanya mereka harus menetap di Indonesia, lalu menikahi wanita pribumi dan menyebarkan Hindu Budha.

Teori Ksatria

Teori Ksatria didukung oleh banyak pendapat, diantaranya:

C.C. Berg menjelaskan bahwa golongan ksatria turut menyebarkan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia. Para ksatria India ini ada yang terlibat konflik dalam masalah perebutan kekuasaan di Indonesia. Bantuan yang diberikan oleh para ksatria ini sedikit banyak membantu kemenangan bagi salah satu kelompok atau suku di Indonesia yang bertikai. Sebagai hadiah atas kemenangan itu, ada di antara mereka yang dinikahkan dengan salah satu putri dari kepala suku atau kelompok yang dibantunya. Dari perkawinannya itu, para ksatria dengan mudah menyebarkan tradisi Hindu-Budha kepada keluarga yang dinikahinya tadi. Selanjutnya berkembanglah tradisi Hindu-Budha dalam kerajaan di Indonesia.

Mookerji mengatakan bahwa golongan ksatria dari Indialah yang membawa pengaruh kebudayaan Hindu-Budha ke Indonesia. Para Ksatria ini selanjutnya membangun koloni-koloni yang berkembang menjadi sebuah kerajaan.

J.L. Moens menjelaskan bahwa proses terbentuknya kerajaan-kerajaan di Indonesia pada awal abad ke-5 ada kaitannya dengan situasi yang terjadi di India pada abad yang sama. Sekitar abad ke-5, ada di antara para keluarga kerajaan di India Selatan melarikan diri ke Indonesia sewaktu kerajaannya mengalami kehancuran. Mereka itu nantinya mendirikan kerajaan di Indonesia.

Teori Brahmana

Teori ini menyatakan bahwa para pemuka agama lah yang menyebarkan ajaran Hindu Budha di Indonesia. Karena itulah di Indonesia banyak ditemukan peninggalan bertuliskan Huruf Pallawa dalam Bahasa Sanakerta. Sebab di India hanya para Brahmana lah yang menguasai Bahasa Sansakerta.

Teori Sudra

Menurut Van Faber, justru Kaum Sudra lah yang paling berperan menyebarkan ajaran Hindu Budha di Indonesia. Hal ini terjadi karena Kaum Sudra terdesak dari tanah airnya akibat peperangan.

Teori Arus Balik

Teori ini menjelaskan tentang peran aktif bangsa Indonesia dalam menyebarkan Hindu Budha di Indonesia. Teori ini dikemukakan oleh FDK Bosch. Awalnya, hanya orang India saja yang datang ke Indonesia untuk menyebarkan agama Hindu Budha, tetapi lama kelamaan banyak masyarakat Indonesia sendiri yang tertarik untuk berziarah dan belajar ke India. Saat kembali ke Indonesia, mereka pun menyebarkannya. Contohnya adalah Dharmapala dan Sakyakirti, Mahaguru Budha dari Kerajaan Sriwijaya.